Bersuka Ria bersama Lantunan Indah dan Manis Grup Deredia

16 November 2017

Oleh: Irina Chatarina

Bergembira; salah satu cara terjitu untuk mengobati hati luka dan gundah gulana. Setidaknya tim Swara Gembira sepakat dengan pesan yang Bung Karno pernah sampaikan lewat lagu karyanya di era 60an, untuk selalu bernyanyi dan bergembira. Kegembiraan pun menjadi sebuah misi sekaligus amunisi untuk setiap acara dan kegiatan kita.

Sore ini, Swara Gembira berbagi kegembiraan bersama Deredia, sebuah kelompok musik baru yang dikenal dengan keunikannya dalam membawakan lagu-lagu bernuansa musik pop Indonesia pada era 50-60an. Obrolan menarik kita kali ini berangkat dari sebuh video yang kita temukan di YouTube, dimana Deredia membawakan lagu Bersuka Ria yang di ciptakan oleh Presiden Soekarno dan di populerkan oleh Bing Slamet, Nien Lesmana, Rita Zaharah, dan Titik Puspa.

 

Swara Gembira: Siapakah sosok Bung Karno bagi Deredia? dan apa makna lagu ini buat kalian?

Deredia: Buat kami Bung Karno adalah figur yang visioner dan berjiwa besar. Terlepas dari arti lirik yang sebenarnya cukup gamblang. Makna semangat untuk memelihara dan mengembangkan kebudayaan Indonesia juga kami tangkap dari lagu “Bersuka Ria”.

 

Swara Gembira: Di kanal YouTube Deredia, kalian banyak membawakan lagu daerah dengan gaya swing, western swing dan pop. Ada juga yang di campur dengan ritmik tradisional seperti keroncong. Apa landasan kalian dalam menentukan style membawakan ulang lagu-lagu daerah?

Deredia: Karena Deredia adalah band yang terinspirasi dari era 1950an. Tentu landasan utamanya adalah gaya musik yang populer pada era 1950an. Setelah itu, lalu kita mencoba menentukan gaya musik yang paling cocok untuk lagu yang ingin diaransemen.

 

Swara Gembira: Apa tantangan terbesar yang dirasakan Deredia dalam mempopulerkan lagu daerah?

Deredia: Tantangan terbesarnya, ada beberapa lagu daerah yang notasinya sangat tradisional, sehingga sulit untuk dicampur dengan style lain tanpa merusak rasa asli lagu tersebut. Oleh karena itu, pemilihan lagu menjadi sangat penting.

Deredia sendiri memiliki alasan tersendiri untuk mencoba terus membawakan lagu-lagu daerah di kanal YouTube kami. Isu “Kebhinekaan” sedang sering kita dengar sekarang, namun nilai “Tunggal Ika” jarang sekali digaungkan. Padahal menurut kami “Bhineka” adalah hal biasa yang umum terjadi. Namun “Tunggal Ika” adalah sebuah kesepakatan yang terjadi atas dasar persamaan tujuan dari penggagas negeri kita. Pemikiran ini membuat kami ingin mengaransemen ulang dan mengangkat kembali lagu-lagu daerah di kanal YouTube kami. Sebagai pengingat bahwa Bhineka itu biasa. Bhineka Tunggal Ika itu luar biasa!

 

Swara Gembira: Sejauh mana peranan lagu daerah pada musik pop era kini?

Deredia: Sejujurnya menurut kami peranan lagu daerah semakin terkikis pada musik pop sekarang. Perlu kita akui, bahwa pengaruh musik barat semakin tidak terbendung saat ini. Musik dangdut pun sekarang banyak sudah mengadopsi gaya “EDM”. Menurut kami harus ada inovasi baru terhadap seniman lagu daerah untuk bisa bersaing.

Berikut adalah beberapa lantunan lagu daerah yang ditampilkan pada kanal Youtube Deredia, antara lain “Rek Ayo Rek”, “Sai Tudia Ho Marhuta”, “Rasa Sayange”, dan juga “Nurlela”.